Rabu, 01 November 2023

Sukses Melaksanakan kegiatan Pengabdian Masyarakat Pada anggota Bank Sampah

 Pemberdayaan Anggota Bank Sampah Berkah Balai Baru Kelurahan Gunung Sarik Dalam Pelatihan Barang Bekas Menjadi Hiasan


Minggu, 08 Oktober 2023

Semakin tingginya aktivitas konsumsi masyarakat sejalan dengan meningkatnya jumlah sampah yang dihasilkan. Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tercarat angka timbulan sampah harian di Kota Padang mencapai 643,76 ton pada tahun 2022. Bila dihitung dalam hitungan satu tahun sampah yang terkumpul di khawatir kan dapat menumpuk setinggi gunung sehingga seluruh kota ditutupi oleh sampah.

 Sampah diartikan sebagai sesuatu yang tidak dipakai, tidak disenangi atau sesuatu yang harus dibuang bukan biologis dan umumnya bersifat padat. 

“penyelenggaraan pengolahan sampah rumah tangga memerlukan keterlibatan semua pihak, terutama pemerintah dan masyarakat. Keterlibatan masyarakat ini dapat dilakukan dengan cara pengurangan dan penanganan sampah. Pengurangan sampah dapat dilakukan dengan metode 3R (Reuse, Reduse, dan Recycle) sedangkan penanganan sampah dapat dilakukan dengan pemilahan sampah dan mengelompokkan sampah rumah tangga sesuai dengan jenisnya” kata Ketua Tim Pengabdian Masyarakat (Pengabmas) Fakultas Kesehatan Masyarakat Unand, Septia Pristi Rahmah.


 Ia melanjutkan, Pemilahan sampah rumah tangga dapat dilakukan dengan cara mengumpulkan sampah organik dan anorganik. Sampah organik berasal dari sisa makhluk hidup yang mudah terurai sedangkan sampah non organik sulit terurai.Sampah organik dimanfaatkan menjadi pupuk melalui metode kompos, takakura dan eco emzim sedangkan sampah anaorganik dapat di daur ulang menjadi kerajinan seperti kotak tissu, tas, vas bunga dan kerajinan lainnya. ujar Septia Pristi Rahmah.


Septia Pristi Rahmah melanjutkan, kreativitas kita sangat diperlukan untuk memanfaatkan barang bekas atau sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat dan memiliki nilai lebih. Bila kita memiliki banyak barang bekas, sebaiknya jangan dulu dibuang. Pilihlah yang sekiranya masih bisa dimanfaatkan. 


Tim Pengabmas FKM Unand bersama dengan Tim ODUP PKH Dinas Sosial telah melakukan pelatihan pembuatan hiasan dengan memanfaatkan kardus dan kertas bekas kepada anggota Bank Sampah Berkah Balai Baru dan warga sekitar di Kelurahan Gunung Sarik, Kota Padang pada Minggu, 08 Oktober 2023. Kegitan ini merupakan kegiatan pengabdian lanjutan dari upaya minimalisasi sampah anorganik menjadi barang tepat guna. Pelatihan Barang Bekas ini disampaikan oleh Tim ODUP PKH. Ketua tim ODUP menyampaikan terkait penanganan dan pengelolaan sampah, Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan fatwa yaitu membuang sampah sembarangan hukumnya haram dan mendaur ulang sampah menjadi barang yang berguna hukumnya wajib kifayah. Oleh karenanya kegiatan pelatihan ini merupakan sesuatu yang sangat bermanfaat kita ikuti. 


Kertas bekas yang mungkin saja selama ini dibuang atau dijual ke pengepul ternyata mempunyai potensi peluang usaha membuat kerajinan sederhana. Hal ini pun juga turut mendukung aksi “go green” untuk membuat bumi lebih hijau. Go green yang saat ini sedang gencar digalakan oleh berbagai kalangan untuk menjadikan kita lebih peduli terhadap lingkungan, salah satunya adalah dengan memakai produk daur ulang. 


Untuk membuat kerajinan kotak tisu dari kertas bekas bahan dan alatnya dapat diperoleh dengan mudah dari lingkungan di sekitar kita. Bahan yang diperlukan berupa kardus bekas ,kertas bekas , tusuk lidi sate dan lem kayu. Sedangkan untuk alat yang digunakan yaitu Gunting, penggaris, pena, lakban kertas. Jika bahan dan alat sudah tersedia selanjutnya adalah cara membuat tempat tisu:


Langkah 1 membuat gulungan kertas.

Potong kertas koran bekas menjadi dua sisi yang sama besar lalu gulung kertas tersebut dengan bantuan tusuk lidi sehingga menjadi bentuk seperti tongkat. Buatlah gulungan kertas ini sebanyak yang dibutuhkan. Usahakan gulungan memiliki besar yang sama dan gulungan tersebut harus rapi. Agar gulungan kertas tidak terlepas atau membuka kembali dapat diberi lem kayu.

Potong gulungan kertas sesuai dengan panjang, lebar,dan tinggi kotak sepatu yang ada.


Langkah 2 membuat kotak tisu 

Untuk bagian atas kotak tisu yang akan kita buat, buatlah lobang sesuai dengan ukuran tisu yang akan kita masukan. Ukurlah menggunakan penggaris panjang dan lebar yang akan dibuat lobang tersebut. Potonglah bagian yang akan diberi lubang tersebut. Setelahnya buatlah badan kotak tisu dengan ukuran yang sama lalu dipotong menjadi bagian yang sama besar menggunakan gunting. Pasanglah lakban kertas untuk merekatkan potongan kardus tersebut sehingga menjadi kotak tisu.


Langkah 3 menempelkan gulungan kertas sebagai hiasan

Tempelkan gulungan kertas yang sudah dipotong sesuai dengan ukuranya satu persatu dan usahan gulungan kertas tertata dengan rapi. Proses penempelan ini menggunakan lem kayu.Tutuplah semua bagian kotak sepatu tersebut dengan menggunakan gulungan kertas, sehingga semua bagian kotak sepatu tersebut tertutup oleh gulungan kertas. Kreasikan gulungan kertas ini agar terlihat lebih menarik.


Di akhir kegiatan kami memeriahkan dengan pemberian hadiah kepada ibu-ibu yang aktif dan menghasilkan hiasan terbaik, kepada 3 orang yang terpilih.

Pada sesi acara berlangsung ibu-ibu bisa menikmati kegiatan ini sambil  bernyanyi dan berfokus santai sambil makan Kue2 dan hingga akhir acara di beri makan siang.

Have fun ya ibu ibu😊

 Tentunya dengan adanya kegiatan ini_

Diharapkan dengan adanya kegiatan pelatihan barang bekas ini mampu meningkatan keterampilan anggota bank sampah berkah balai baru dan Ibu Rumah Tangga di Kelurahan Gunung Sarik dalam memanfaatkan barang bekas menjadi sesuatu bernilai guna dan berdaya guna. Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas ini terdiri dari Septia Pristi Rahmah, SKM., MKM, , Syafiya Raihan SKM, dan Tim ODUP PKH Dinas Sosial.



















 

diary ku Template by Ipietoon Cute Blog Design